Setelah 4 hari dirumah sakit karena harus disuntik antibiotik, Ahirnya Adek dibolehkan pulang.(Adek panggilan sayang kami sebagai ortu) rasanya sungguh lega luar biasa dan itu pun setelah berkonsultasi dengan dokter anak karena jujur pasca melahirkan saya seperti mengalami baby blouse yang tiba tiba saya bisa nangis sendiri, seperti belum siap kalo punya anak..well ini memang salah saya sebelum punya anak itu harusnya mempersiapakan diri terlebih dahulu, seperti nya ini diluar ekspetasi saya dan ini yang membuat saya kaget..Saya seperti tidak mendapat dukungan dari banyak pihak saat itu, apa mungkin saya juga depresi saat itu ditambah saya harus menjaga anak saya sendirian dirumah sakit dengan keadaan pasca melahirkan dengan kondisi yang lemah dan harus tidur di bawah lantai karena diruangan bayi tidak ada tempat tidur untuk dewasa. Saat itu saya tidak mungkin menyuruh suami karena juga harus bekerja,Ahirnya Saya senang sekali adek boleh pulang oleh dokter. Suami mengurus Administrasi di rumah sakit dan alhmdulilah sekali saya dibantu bpjs jadi kami tidak keluar uang sama sekali hanya membayar pampers 30 rb itu karena pampers adek habis dan kami membeli dr rumah sakit, saat berjalan menuju parkiran rasanya bahagia sekali, kami pulang kerumah menggunakan motor, dirumah ada ibu saya yang sudah datang dari luar kota. Dia menyambut cucunya dengat raut bahagia dan berkata "Wah cucuku sudah pulang, sini ibu mau gendong" . Saat itu saya kasih adek pada ibu saya dan saya segera bergegas mandi, rsanya segar sekali karena berhari hari mandi dirumh sakit sangat tidak nyaman. Suami setelah mengantar saya kerumah langsung bergegas kembali ketempat kerja lagi karena tidak bisa ditinggal katanya dan gak enak sm bosnya kalau ijin terus, karena memang suami saya ijin kerja sudah 2 hari. Ibu saya selama ini tinggal di Purworejo dan saya di Balikpapan.
Kemudian adek dipegang oleh ibu dan saya bisa santai sejenak merasakan sakitnya jahitan yang belum kering.
Setelah 2 hari dirumah tiba saatnya adek harus kembali kontrol, Kamipergi kerumah sakit bertiga. Setelah mengurus pendaftaran kemudian kami menemui dokter anak dan sat itu dokter melihat mata anak saya seperti kunyit katanya, sehingga kami disuruh ke lab untuk cek hb , di lab ada petugasnya yang mengambil darah adek dan adek langsung menangis, gak tega rasanya melihat bayi sekecil itu disuntik. setelah kurang lebih 30 menit kami mendapat hsilnya dan ternyata hb adek 19,8 yang kata dokter anak hb segitu itu sudah sangat tinggi dn harus segera di sinar biru karena normalnya 9-12 dan jika tidak di sinar nanti bisa mengakibatkan kelumpuhan otak katanya,, disitu saya menagis sejadi jadinya, karena baru senang bisa pulang kerumah harus diopname lagi. Singkat nya kami kembali lagi keruang perawtan bayi dan disambut oleh perawat yang kemarin merawat adek. Adek memnag asi ekslusif sehingga saya harus menyusui selama 15 menit sekali sebanyak 10 ml. dan itu rasanya sangat menyiksa saya dan juga adek. kami harus sama2 berjuang, suami tidak boleh masuk karena banyak ibu2 lain yang menyusui, Jadi selama 4 hari sya berada di dalam ruang bayi sendirian, sungguh rasanya berat sekali.. tapi itu harus saya lakukan agar adek cepet sehat dan segera pulang kembali. setelah hari ke lima penyinarann di juamat pagi dokter anak datang berkunjung, kemudian diobservasi dan beliau mengatakan bahwa adek boleh pulang karena hb nya sudah turun..wah rasanya lega sekali...
Dan singkat cerita Kami pun pulang kerumah lagi..
Anak adalah amanah yang terindah yang diberikan sang pencipta untuk kita, tanpa anak tidak ada gelar ibu dan ayah, maka jagalah anak sebaik mungkin..karena anak telah memberikan keceriaan dalam rumah tangga kami..
Terimakash untuk kehadiranmu dalam keluarga kami Ester Pratista..